Ada Apa Dengan Yogie
Punya nama panggilan yang gak matching sama nama asli tuh kadangan repot juga , soo dari pada harus menjelaskan cerita panjang lebar yang gak menarik dan gak bermutu, mendingan saya tulis di blog saja biar gak cape crita, tar tinggal bilang silahkan cek di blog saya ya ....:D haha - sok ngartis !! .
Langsung saja monggo cekidott !!
Jadi Menurut cerita dari Orang tua ; "Suatu hari di tanggal 01 Oktober 1979, kala itu Bangsa Indonesia sedang memperingati Hari Kesaktian Pancasila, atau hari berkabung nasional
yang ditandai dengan dikibarkannya bendera setengah tiang. Bersamaan dengan itu mbrojol-lah seorang bayi laki-laki dalam keadaan sehat wal-afiat, lalu segera diberi judul "Sungkowo Setiyadi"
yang artinya dalam bahasa Jawa berarti "Berkabung/sedih" tapi diikuti dengan kata "Setiyadi" yang secara etimologi berarti "Selalu Setia"
maksudnya "Walau lagi sedih tetep setia" kurang lebih gitulah. Dan setelah diteliti lebih mendetil ternyata kata "Sungkowo Setiyadi" mengesankan adanya kombinasi nama yang berbeda RAS, antara Jawa dan Sunda.
Setelan kata "Sungkowo" ternyata menempel pada sang jabang bayi, ketika ia harus masih menyusu ASI, ternyata ASI sang Ibu sedang tidak sehat, dan terpaksa sang jabang bayi ini harus numpang nyusu ASI sama tetangga (Bu Wiryanto) yang pas kebeneran
waktu itu punya bayi yang seumuran juga. (Wah,... nyaris, coba kalo ngga ada, bisa numpang nyusu sama Sapi belakang Rumah!) , jadi saya punya saudara se-susuan (laki-laki) bernama Andi (anak dari Bu Wir).
Waktu usia saya menginjak 3 apa 4 tahun-lah (perawi tidak detil menyebut tahunnya), Sungkowo ini sering sakit- sakitan, sampai-sampai badannya kurus. Kemudian setelah dikonsultasi-kan kepada para petinggi keluarga, didapat kesimpulan bahwa si bocah mengidap "Overload title syndrome"
ini istilah bikinan ku "dewe". Artinya ; penyakit yang ditimbulkan karena "keberatan Nama" saya juga masih belum tahu satuan/besaran apa yang dipakai untuk mengukur kapasitas berat suatu Nama. Kemudian segera diadakan sidang ISTIMEWA para petinggi dengan agenda "Mencari nama yang pas untuk pengganti Sungkowo". Dengan hidangan mewah ala pedesaan; rengginang, awug, tape serta bubur merah dan bubur putih sebagi syarat sahnya acara tersebut, mulailah acara itu digelar, dari bermacam nama
yang diusulkan (Mc Cloud, James Milner, Stephen Spilberg, Carkim , dll ) Alhamdulillah tercapailah kesepakatan yang tanpa harus melewati proses votting, yaitu Nama " Y O G I ".
Jadi mulai detik itu panggilan saya berubah jadi YOGI, karena di akte lahir saya tertera Sungkowo Setiyadi, maka nama itu tetap dipakai sebagai nama KEBANGSAAN saya. Sedangkan nama Yogi, juga tetap dipake oleh para karib kerabat saya.
Justru 2 nama ini memudahkan saya untuk meng-klasifikasikan orang yang nyari saya; Kalo nanya nama Yogi, berarti orang2 deket (keluarga atau orang tertentu yang pernah saya kasih tahu nama Yogi), kalo nanya nama "KOWO", Oh ini kalo ga temen sekolah, temen kuliah or temen kerja (Formal). Soo, setelah mengetahui cerita yang tidak seru ini, silahkan Anda mau pilih yang mana?
"KOWO apa YOGI"
Langsung saja monggo cekidott !!
Jadi Menurut cerita dari Orang tua ; "Suatu hari di tanggal 01 Oktober 1979, kala itu Bangsa Indonesia sedang memperingati Hari Kesaktian Pancasila, atau hari berkabung nasional
yang ditandai dengan dikibarkannya bendera setengah tiang. Bersamaan dengan itu mbrojol-lah seorang bayi laki-laki dalam keadaan sehat wal-afiat, lalu segera diberi judul "Sungkowo Setiyadi"
yang artinya dalam bahasa Jawa berarti "Berkabung/sedih" tapi diikuti dengan kata "Setiyadi" yang secara etimologi berarti "Selalu Setia"
maksudnya "Walau lagi sedih tetep setia" kurang lebih gitulah. Dan setelah diteliti lebih mendetil ternyata kata "Sungkowo Setiyadi" mengesankan adanya kombinasi nama yang berbeda RAS, antara Jawa dan Sunda.
waktu itu punya bayi yang seumuran juga. (Wah,... nyaris, coba kalo ngga ada, bisa numpang nyusu sama Sapi belakang Rumah!) , jadi saya punya saudara se-susuan (laki-laki) bernama Andi (anak dari Bu Wir).
Waktu usia saya menginjak 3 apa 4 tahun-lah (perawi tidak detil menyebut tahunnya), Sungkowo ini sering sakit- sakitan, sampai-sampai badannya kurus. Kemudian setelah dikonsultasi-kan kepada para petinggi keluarga, didapat kesimpulan bahwa si bocah mengidap "Overload title syndrome"
ini istilah bikinan ku "dewe". Artinya ; penyakit yang ditimbulkan karena "keberatan Nama" saya juga masih belum tahu satuan/besaran apa yang dipakai untuk mengukur kapasitas berat suatu Nama.
yang diusulkan (Mc Cloud, James Milner, Stephen Spilberg, Carkim , dll ) Alhamdulillah tercapailah kesepakatan yang tanpa harus melewati proses votting, yaitu Nama " Y O G I ".
Jadi mulai detik itu panggilan saya berubah jadi YOGI, karena di akte lahir saya tertera Sungkowo Setiyadi, maka nama itu tetap dipakai sebagai nama KEBANGSAAN saya. Sedangkan nama Yogi, juga tetap dipake oleh para karib kerabat saya.
Justru 2 nama ini memudahkan saya untuk meng-klasifikasikan orang yang nyari saya; Kalo nanya nama Yogi, berarti orang2 deket (keluarga atau orang tertentu yang pernah saya kasih tahu nama Yogi), kalo nanya nama "KOWO", Oh ini kalo ga temen sekolah, temen kuliah or temen kerja (Formal).
"KOWO apa YOGI"
0 Response to "Ada Apa Dengan Yogie"
Posting Komentar