Hikmah Ramadhan
Sudah masuk minggu ke 2 puasa , atau pas hari ke 16 kita sebagai muslim menjalankan kewajiban seperti yang Allah SWT firmankan dalam QS. Al Baqarah : 183. ".. wahai orang2 yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang2 terdauhulu, agar kamu bertaqwa.." . Dari perintah itu sekilas tujuan puasa yang kita dapatkan adalah menjadi "hamba yang bertaqwa" . Lalu apa seh taqwa itu ?
Saya masih ingat pelajaran Agama ataupun di PMP/PPKN dulumah , soal itu sering sekali keluar dalam ujian- ujian. Dan penjelasan taqwa itu adalah menjalankan apa- apa yang di perintahkan Tuhan dan menjauhi apa- apa yang di larang oleh Tuhan. Sederhana sekali sepertinya yah .. :)
Tapi pada prakteknya , memang semakin beranjak dewasa (gak mau ngomong tua) , semakin banyak perintah- perintah Tuhan yang kita terima dan semakin banyak pula larangan- larangan Tuhan yang harus kita jauhi. Kita dipacu untuk mengkaji, mencari ilmu - karena mencari ilmu juga adalah sebuah kewajiban bagi manusia, wabill khusus kita sebagai muslim, karena perintah itu datangnya dari Sang Rasul. Semakin banyak ilmu , semakin banyak tahu, semakin banyak tahu semakin sempit ruang gerak kita "dalam hal- hal yang di larang " tentunya. Walaupun kalau kita renungkan , bahwa benar semua yang di larang adalah ketidak baikan (keburukan) yang sering kali dalam kacamata manusia sekarang itu adalah sebuah kenikmatan :) .
Jadi wajar ada sebuah ungkapan , saya lupa apakah ini hadits atau bukan yah - "Bahwa kehidupan dunia ini adalah penjara bagi orang- orang yang beriman." . yah mungkin karena saking banyaknya hal - hal yang di batasi dalam kehidupan ini. Tapi apapun itu intinya kita sebagai manusia berusaha semaksimal kemampuan kita masing- masing. Karena tak kan mungkin manusia- manusia akhir jaman mempunyai tingkat keimanan seperti para nabi dan rasul, dimana ujian cobaan lebih banyak dan lebih bervariatif. Dari mulai tontonan TV, tontonan langsung para wanita- wanita cantik yang berbusana minim, bersliweran , gambar- gambar mesum di internet ataupun video- video yang beredar di dunia maya semuanya menjadi cobaan yang sulit kita hindari. (terutama buat yg nulis ya) :p
Akhir kata semoga saja dengan keimanan kita manusia- manusia akhir jaman ini, Tuhan "memaklumi" dan memberikan diskon atas tuntutan - tuntutan menjadi hamba yang bertaqwa tadi. Karena Tuhan tidak melihat dari harta, tampang ataupun kedudukan manusia tapi yang di lihat oleh Tuhan adalah tingkat ketaqwaan kita. Dan Semoga kita di masukan oleh Alloh sebagai bagian dari hamba- hambanya yang bertaqwa. Amiin YRA
Saya masih ingat pelajaran Agama ataupun di PMP/PPKN dulumah , soal itu sering sekali keluar dalam ujian- ujian. Dan penjelasan taqwa itu adalah menjalankan apa- apa yang di perintahkan Tuhan dan menjauhi apa- apa yang di larang oleh Tuhan. Sederhana sekali sepertinya yah .. :)
Tapi pada prakteknya , memang semakin beranjak dewasa (gak mau ngomong tua) , semakin banyak perintah- perintah Tuhan yang kita terima dan semakin banyak pula larangan- larangan Tuhan yang harus kita jauhi. Kita dipacu untuk mengkaji, mencari ilmu - karena mencari ilmu juga adalah sebuah kewajiban bagi manusia, wabill khusus kita sebagai muslim, karena perintah itu datangnya dari Sang Rasul. Semakin banyak ilmu , semakin banyak tahu, semakin banyak tahu semakin sempit ruang gerak kita "dalam hal- hal yang di larang " tentunya. Walaupun kalau kita renungkan , bahwa benar semua yang di larang adalah ketidak baikan (keburukan) yang sering kali dalam kacamata manusia sekarang itu adalah sebuah kenikmatan :) .
Jadi wajar ada sebuah ungkapan , saya lupa apakah ini hadits atau bukan yah - "Bahwa kehidupan dunia ini adalah penjara bagi orang- orang yang beriman." . yah mungkin karena saking banyaknya hal - hal yang di batasi dalam kehidupan ini. Tapi apapun itu intinya kita sebagai manusia berusaha semaksimal kemampuan kita masing- masing. Karena tak kan mungkin manusia- manusia akhir jaman mempunyai tingkat keimanan seperti para nabi dan rasul, dimana ujian cobaan lebih banyak dan lebih bervariatif. Dari mulai tontonan TV, tontonan langsung para wanita- wanita cantik yang berbusana minim, bersliweran , gambar- gambar mesum di internet ataupun video- video yang beredar di dunia maya semuanya menjadi cobaan yang sulit kita hindari. (terutama buat yg nulis ya) :p
Akhir kata semoga saja dengan keimanan kita manusia- manusia akhir jaman ini, Tuhan "memaklumi" dan memberikan diskon atas tuntutan - tuntutan menjadi hamba yang bertaqwa tadi. Karena Tuhan tidak melihat dari harta, tampang ataupun kedudukan manusia tapi yang di lihat oleh Tuhan adalah tingkat ketaqwaan kita. Dan Semoga kita di masukan oleh Alloh sebagai bagian dari hamba- hambanya yang bertaqwa. Amiin YRA
0 Response to "Hikmah Ramadhan"
Posting Komentar